Mengapa blog saya seperti kuburan?

Saya sudah ngeblog selama empat bulan, tapi kenapa blog saya masih sepi, seperti kuburan? Mengapa pengunjung tak segera datang berbondong-bondong? Saya sudah tak sabar, Mas. Apakah lebih baik saya berhenti ngeblog saja?
Begitulah pertanyaan yang sering saya terima dari para blogger pemula. Wajah mereka menunjukkan keputusasaan. Frustrasi.
Tentu saja mereka tak sendirian. Saya dulu juga pernah mengalaminya. [...]


Maaf, saya tak bisa memenuhi keinginan semua orang

“Mas, saya pengen semua orang datang ke blog saya. Bagaimana caranya?”
“Waduh. Ini permintaan berlebihan, menurut hemat saya. Kenapa? Karena saya juga ndak mau SEMUA orang datang ke sini — entah karena kesasar atau karena iseng-iseng belaka.”
“Loh kok gitu, Mas? Kenapa?”
“Saya bikin blog ini bukan untuk menarik perhatian semua orang. Saya hanya ingin berbagi dengan mereka [...]


Mengisi blog dengan cinta

“Oke, Mas. Setelah saya nanti bikin blog, enaknya diisi apa ya? Maksud saya biar banyak orang datang …
“Terserah sampean. Biasanya sih, blog itu berisi kehangatan, persaudaraan, dan kedamaian. Beberapa orang mengisinya dengan cinta dan kasih sayang.
Tentu saja sampean boleh mengisinya dengan tangisan dan erangan, tapi belum tentu semua orang suka mendengarnya.”
“Halah. Mosok gitu sih, Mas?”
“Lah [...]


Mengapa kita nge-blog

“Mas, mas… Blog itu apa sih? Untuk apa kita bikin blog?”
“Hmmm … jawaban seriusnya, blog atau weblog itu semacam jurnal yang dipublikasikan secara online.
Jawaban asal-asalannya, blog itu sejenis mainan — yang mengasyikkan. Itu lo seperti mainan Tamagotchi buatan Jepang.
Blog itu berguna untuk mendokumentasikan sesuatu, bisa pikiran sampean, ide, gagasan, foto keluarga, dan sebagainya.