Mengisi blog dengan cinta

“Oke, Mas. Setelah saya nanti bikin blog, enaknya diisi apa ya? Maksud saya biar banyak orang datang …

“Terserah sampean. Biasanya sih, blog itu berisi kehangatan, persaudaraan, dan kedamaian. Beberapa orang mengisinya dengan cinta dan kasih sayang.

Tentu saja sampean boleh mengisinya dengan tangisan dan erangan, tapi belum tentu semua orang suka mendengarnya.”

“Halah. Mosok gitu sih, Mas?”

“Lah ya gitu. Yang penting, usahakan isi blog sampean berguna buat orang lain. Kalau isi blog sampean tentang, umpamanya, resep memasak, ibu-ibu bisa menirunya.

Jika blog sampean tentang trik memasang talang, bapak-bapak bisa membetulkan talang di rumahnya yang bocor. Dan sebagainya … ”
Read the rest of this entry »

Mengapa kita nge-blog

“Mas, mas… Blog itu apa sih? Untuk apa kita bikin blog?”

“Hmmm … jawaban seriusnya, blog atau weblog itu semacam jurnal yang dipublikasikan secara online.

Jawaban asal-asalannya, blog itu sejenis mainan — yang mengasyikkan. Itu lo seperti mainan Tamagotchi buatan Jepang.

Blog itu berguna untuk mendokumentasikan sesuatu, bisa pikiran sampean, ide, gagasan, foto keluarga, dan sebagainya.
Read the rest of this entry »

Mau posting, mata harus jelalatan

“Oke Mas, saya mulai paham soal blog. Saya juga sudah tahu mau mbikin blog dengan tema apa. Tapi, enaknya blog saya itu diisi apa saja ya, Mas? Posting itu mesti tulisan atau boleh gambar sih?”

“Setelah sampean menentukan tema blog, langkah selanjutnya adalah memikirkan bentuk posting. Sampean boleh saja menampilkan teks, foto, komik, atau kombinasi dari semuanya.

Sampean juga boleh memilih jenis posting yang sangat spesifik sebagai content, misalnya foto sarapan pagi sampean setiap hari, lukisan bak truk, dan sebagainya.Saran saya: Pilih yang paling cocok untuk sampean. Kalau sampean ndak bisa bikin komik, ya tak usah memaksakan diri.”

“Masalahnya Mas, dari mana saya bisa dapat bahan-bahan untuk mengisi blog?”
Read the rest of this entry »

Bikin blog itu tak seperti bikin partai

“Mas, mas … boleh tanya ndak? Saya ini sebetulnya pengen nge-blog je, tapi ndak tahu caranya. Gimana ya, Mas?”

“Lah monggo. Gampang kok. Sampean tinggal tanya teman yang sudah punya blog, pasti diajari.”

“Mosok? Mbayar ndak, Mas?”

“Tergantung. Kalau cuma buat blog kos-kosan ya ndak perlu mbayar. Gratis. Tapi kalau mau bikin blog yang serius, sampean tentu saja mesti keluar beberapa lembar kertas bertuliskan rupiah.”

“Untuk apa, Mas?”

“Misalnya bayar sewa hosting, beli nama domain.”

“Bikin blog itu susah ndak sih Mas?
Read the rest of this entry »

Suatu malam di bundaran hi

Lelalananging jagad vs lelalananging blog.

ndoro and enda