Tips menulis posting cepat
Kenapa saya membutuhkan waktu yang lama hanya untuk membuat sebuah posting? Bagaimana sebetulnya menulis dengan efektif, tak buang waktu?
Begitulah pertanyaan yang sering diajukan beberapa blogger yang belum terbiasa menulis, membuat posting. Ini memang pertanyaan yang umum. Bahkan seorang penulis kawakan pun sering kali membutuhkan waktu panjang untuk menulis.
Meski begitu, bukan berarti tiada jalan menyiasatinya. Berikut ini ada 5 tips menulis cepat:
Read the rest of this entry »
Hemat Energi dengan Fokus
Seorang teman yang kian hari semakin tampak tua dan lelah, tiba-tiba mendekati meja saya. Sejenak kemudian, ia bertanya, dengan wajah yang agak murung.
“Kenapa saya lama-lama merasa lelah menyusuri belantara Internet ya, Mas? Saya jadi bosen nge-blog nih …”
Saya kaget ditanya begitu. Karena penasaran, saya pun balik bertanya. “Lah, memangnya sampai ngapain aja di Internet? Berapa lama sih, biasanya sampean berkelana?”
“Wah … nggak pernah ngitung. Bisa hampir seharian, Mas,” ia menjawab.
Read the rest of this entry »
Yang penting isi, bukan akal-akalan
Sebagai blogger kelas kambing, sudah berkali-kali saya diminta memanfaatkan Google, pertukaran tautan, blogroll, dan aneka macam situs jaringan sosial agar blog saya semakin moncer — sukses.
Berkali-kali pula saya tak mempedulikan permintaan itu. Sampai yang menyuruh bosan. Dan agak ngambek. Malah ada yang bilang saya ini jual mahal. Padahal kapan saya jualan?
Saya bukan tak paham soal Google dan penyiasatan mesin pencari. Tapi, buat saya, keberhasilan kunci sukses sebuah blog bukan tergantung oleh Google dan trik-trik pemasaran itu belaka. Bagi saya, sebuah blog bisa hidup, tumbuh, berkembang, dan besar semata-mata karena isinya.
Ya, ini soal content. Sekali lagi: content.
Read the rest of this entry »
Maaf, saya tak bisa memenuhi keinginan semua orang
“Mas, saya pengen semua orang datang ke blog saya. Bagaimana caranya?”
“Waduh. Ini permintaan berlebihan, menurut hemat saya. Kenapa? Karena saya juga ndak mau SEMUA orang datang ke sini — entah karena kesasar atau karena iseng-iseng belaka.”
“Loh kok gitu, Mas? Kenapa?”
“Saya bikin blog ini bukan untuk menarik perhatian semua orang. Saya hanya ingin berbagi dengan mereka yang membutuhkan informasi yang ada di sini. Saya kepengen orang datang ke sini karena mereka memang mau mencari sesuatu yang dibutuhkan. Bukan karena tak sengaja atau karena kesasar.
Saya ndak pernah berharap ada orang yang sebetulnya mau mencari informasi, misalnya, tentang desain rumah, tip merawat Anthurium, memelihara kucing, atau topik lain yang ndak berhubungan dengan blog ini, tapi malah keblasuk ke sini.”
“Lah, terus sebetulnya siapa yang sampean harapkan datang ke sini, Mas?”
Read the rest of this entry »
Merawat blog, menarik pengunjung
“Mas, mas … saya mau tanya. Saya sudah punya blog, tapi kenapa orang jarang datang ya? Ada memang yang pernah datang, satu-dua, tapi kenapa mereka nggak mau datang lagi ya?”
“Begini, Ki Sanak. Nge-blog itu bukan cuma urusan menarik orang datang. Nge-blog itu persoalan merawat.”
“Merawat. Kok terdengar seperti kalau kita punya tanaman atau hewan, Mas?”
“Memang. Seperti yang pernah saya ceritakan, blog itu seperti Anthurium, kudu dirawat. Bila perlu setiap hari. Saya juga begitu kok, Ki Sanak.
Saya kerap mencari tahu apa yang harus dilakukan para blogger agar memiliki pembaca reguler. Apa sebetulnya yang membuat seorang pengunjung datang dan datang kembali ke sebuah blog?”
“Lantas apa kesimpulan sampean apa, Mas?”
Read the rest of this entry »


