Jangan Komentar di Blog Saya

Kenapa? Apa salahnya? Bukankah imbauan itu terdengar sangat jumawa? Pongah. Kemaki. Mentang-mentang seleb. Apakah ini semacam ledekan untuk belasan ribuan blogger lain yang merasa dirinya sebagai “fakir komen”, juga mereka yang terpaksa harus meminta-minta blogger lain berkomentar di blognya?

Ho-ho-ho … saya bukan sedang berlagak, jual mahal, atau bercanda, Ki Sanak. Jangan komentar di blog saya itu saran Chris Garrett, blogger dan konsultan Internet marketing dari negara tetangga jauh. Tentu saja dia punya alasan mengapa sampai mengeluarkan pernyataan seperti itu. Dan, saya menganggapnya perlu disampaikan ke sampean semua. Mengapa?

Kita tahu bahwa saling mengunjungi dan berkomentar itu adalah adab pergaulan yang baik di antara sesama blogger. Meninggalkan jejak dalam bentuk komentar itu cara para blogger menjalin tali silaturahmi. Berkomentar itu semacam aturan main baku, cara kita menghargai orang lain. Berikan komentar agar blogger lain berkomentar balik.

Dengan berkomentar di blog orang, sampean telah membuka pintu perkawanan. Jaringan baru terbuka lewat pertautan alamat blog (url). Banyak-banyaklah membuka jaringan dan membentuk persahabatan baru di ranah blog.

Komentar sampean di blog seseorang akan menjadi semacam papan pengumuman tentang siapa dan di mana alamat blog sampean. Blogger lain akan tergoda mengklik tautan bila menemukan sosok blogger baru di kolom komentar. Lantas dia akan membuka blog sampean. Barangkali terjadi kecocokan pendapat. Mungkin malah perbedaan. Apa pun, salam pembuka perkenalan telah terjadi. Selanjutnya, biarkan mekanisme jaringan sosial yang alamiah terbentuk dengan sendirinya.

Jangan lupa, memberi komentar itu juga melatih otak kita berpikir. Sampean akan terlatih membaca, merenungkan, meresapkan, pendapat orang lain, lalu memberi respons. Dengan mempelajari banyaknya komentar yang masuk, sampean akan tahu jenis posting seperti apa yang disukai dan membetot perhatian blogger, juga yang diemohi pengunjung.

Dari komentar seseorang kita bahkan bisa mendapatkan ide posting baru. Komentar orang besar kemungkinan membuat sampean mengembangkan tulisan baru, dengan sudut pandang berbeda.

Kita tak pernah tahu siapa saja pengunjung dan pembaca blog kita. Sampean mungkin bakal terkaget-kaget kalau teka-teki tentang siapa mereka terkuak. Saya, misalnya, tak pernah menyangka punya pembaca setia blog dari kalangan Departemen Luar Negeri dan Istana Negara. Mereka tahu blog saya dari komentar yang pernah saya tinggalkan di sebuah blog. Karena itu, sampean juga jangan sungkan berkomentar di blog orang lain. Percayalah, begitu sampean berkomentar, sebagian besar blogger akan balik mengunjungi dan berkomentar.

Berlatihlah menulis — bukan hanya posting di blog sampean sendiri — komentar di blog orang lain. Komentar sebaiknya ringkas, padat, dan cergas, sehingga mencuri perhatian pemilik blog maupun blogger lain yang membacanya.

Tapi, nah ini bagian yang paling penting, jangan hanya berkomentar di blog yang sama terus. Janganlah sampean bergaul di kerumunan sosial yang itu-itu saja. Luaskan cakrawala pergaulan sampean ke delapan penjuru angin.

Sebisa mungkin, berikanlah komentar sampean ke blog-blog yang belum pernah sampean kunjungi sebelumnya. Bergaullah ke berbagai komunitas. Keluarlah dari zona nyaman. Jangan hanya melihat dan berkomentar di blog saya. Di luar sana, saya percaya ada ribuan blog lain yang jauh lebih bagus dan inspiring.

Dengan cara ini, sampean bukan hanya akan mendapatkan sesuatu yang segar, melainkan juga membentuk jaringan baru. Semakin sering sampean menjelajah blog-blog baru, ke wilayah yang belum pernah sampean datangi, kemungkinan besar sampean juga akan mendapatkan ide, pendapat, teman, juga kerumunan sosial baru. Sampean bakal beroleh sudut pandang, cakrawala, juga pencerahan yang berbeda.

Pada akhirnya, menurut saya, ngeblog itu bukan hanya percakapan dengan diri sendiri, tempat membuang sampah pribadi. Blog itu ruang komunikasi dan interaksi. Jadi bermainlah ke mana-mana, sejauh-jauhnya, untuk bercakap-cakap dengan banyak blogger.

Tapi, jangan lupa ke sini lagi ya kalau sampean kangen saya, hihihi …

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

So pasti saya kangen sama ndoro kakung.. Lha buktinya ini saya maen ke sini lagi.. :mrgreen:

yang jadi masalah ndoro, kalau bahan tulisan ora mudheng, mesti komentar opo ya enaknya?

Si Abang Christ bener juga yach……..

Saya inget post senada dari blogherald.com: Komentar anda di blog orang lain adalah CV/resume bagi blog anda sendiri. Jadi hati-hati kalo komentar… :D

*no comment*

“Jangan hanya melihat dan berkomentar di blog saya.”

geer banget..

Selain memasang komentar yang cergas, jangan lupa pasang avatar yang wokeh…
heheheheh!!

ndoro sampeyan kakung, kalo saya sih nunggu orang berkomentar dalam bentuk komik di blog saya …… (nggak mungkin ya?)

Ee… gak jadi ah inget judulnya. :)

jam**t… kon…. gak entuk comment … pelit ah.. gak jadi… judule medeni

banyak komen banyak temen…

bijak. ini dia blogger yang saya mau. posting&komen adalah seni. beda pendapat biasa. selesaikan dengan cara blogger. emang pantes ngasi piwulang pitutur -sukur2- pinjaman :D

Saya gak komentar ndoro. jadi saya ngapain ya…….:)

blogger juga makhluk sosial yang juga harus bertegur sapa dengan blogger lainnya…

hiii…. salam kenal

Baik Ndoro… akan saya lakukan … hehehe… makasih buat petuahnya…. salam kenal. *berjalan ke postingan petuah2 lainnya*

Saya bukan blogger, tapi blogwalker :lol:

Entah kenapa saya hobi jalan” di blogosphere, malah sekarang nyasar kesini.

Tapi, kadang blogwalker macam saya sering ga dianggap juga c ^ ^

Kyknya akan lebih di-appreciate kalo yg komen itu sesama blogger :lol:

makasih petuahnya ndoro…
kalo saya masih malu-malu nih, takut ketauan tetangga kalo saya ngeblog… hihihi

saya suka kamu punya… :)

lagi puasa comment ndoro… :) :)

sepakat ndoro…
kita bisa dapet temen dr manapun saja dg adanya blog
meskipun jauh dr jangkauan tanpa pernah bertemu… huhu

saya blum pernah komen di sini (kayaknya), makanya saya komen :D

saya juga blum pernah komen di sini (makanya skrg komen) ;)

ahhh,

saya sudah lama gak berkunjung ke blog ndoro yach, kangen ih. Ndoro juga sich, udah jarang main ke blog saya (tulisan loe panjang dan bertele2 sih sil, hahahahhhaa). Udah saya benerin kok ndoro… postingnya udah pendek2, tapi tetep konyol, trus typo2nya udah mulai berkurang (bukan karna makin jago ngetik, tapi saya selalu bela2in baca lagi berkali2, dan iklhas memencet backspace beratus2 kali untuk ngebenerin tulisan saya yang typo melulu, hehehehe)

ini komentar terpendek saya (WAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKA) :D

hai,,,,,
sepakat, sy juga sepakat dan bisa ninggalin jejak. jejak saya buat orang jadi jutawan, asal mau dikit kerja keras
http://www.klikdynasis.net/?id=be193
http://www.klikvnet.com
http://www.sni-dt88.com/?sp=8840400
sy benny tjundawan
hp 0818652609

no comment, abis ga boleh komentar sih

hi salam kenal gw baru mulai blogging loh… ayo mampir ke blog saya! hehe.. trus komentar deh..!! wah saya fakir komen haha..

Sepakat ndoro, kita memang harus membuka seluas-luasnya silaturahmi. tapi moso’ ndak boleh sering-sering berkunjung…

salam kenal…

postinganya banyak yang keren

Kalau saya ingin komentar disini, boleh khan ndoro?? heuw heuw heuw….

oh gitu ya pak..mulai berkomentarr nich sp tau dpt kunjungan balik hehhe..:-)

hmm… jadi ini komentar terakhir saja?

mudah2an ini bukan coment terakhir,permisi ndoro…

nah…ini pertama kali saya comment di blog ini…
permisiii…

saya pun pertama kali koment disini..hehehehe..
salam kenal mas..

Salam kenal, sy baru juga nih. Blog itu apa emang harus dikomentari ya?Padahal sy nih nulis cuma buat diary jalan-jalan sy tuh, ngga nungguin komentar. Klo kebetulan ada yg baca and pengen jalan2 ke tmpat itu, jadi tahu dikit.

Salam,
CH
http://chriscityview.blogspot.com/

saya belum juga komen ndoro…:(

mungkin itu cuma pemancing agar banyak yang komen ke dia. boleh juga line-nya

Wah, semakin dilarang semakin dilakukan, akhirnya saya comment deh disini :D

Iya, mulai sekarang saya sering-sering meninggalkan jejak komentar di blog orang

Ngasih komentar ke blog lain juga termasuk menghargai diri sendiri, kadang biasanya sih masih banyak yang males kasih komen tapi teteup pengin di komentarin di blognya sendiri … hehehe biasanya itu penyakit blogger yg “rada tenar” * ups bener gak nih ?

judul posting sama isinya kok gak nyambung? oh iya satu lagi, manusia memang zoon politicon yah… hanya makhluk kepentingan belaka, terlihat dari keinginan mereka untuk membuat jaringan atau relasi. salam kenal!

betul mas, ternyata emang bener lho.. udah terbukti!

Saking seringnya ada di zona nyaman buat jadi ‘tertutup’. Namun, apakah anda sering juga menerapkannya?

di suatu tempat, pernah liat postingan yang isinya ngomel-ngomel bahwa karena banyak komentar yang dianggapnya tidak cerdas, kalo kasusnya kayak bgitu gimana ya? apa memang para pembacanya kurang cerdas atau memang postingan di blog itu sendiri yang tidak cerdas?

hehehe…komentar saya jadi tidak singkat dan padat.

Leave a comment

(required)

(required)