Mengapa blog saya kehilangan pembaca

blog

Seorang kawan yang sudah agak lama ngeblog tiba-tiba merasa penasaran setengah mati. Blognya menunjukkan tanda-tanda ditinggal pembaca. Statistik dan lalu lintas blognya menurun terus.

Teman saya itu pantas gundah karena sejak awal dia memang berniat serius menjadikan blognya sebagai lahan mencari uang. Tanpa pengunjung setia, blognya tiadalah berarti apa-apa.

“Kenapa ya, Mas?” begitu tanya dia ketika bertemu saya.

“Lah ya ndak tahu. Sampean memangnya ngapain aja di blog?” saya balik bertanya.

“Ya ndak ngapa-ngapain, Mas.” jawabnya.

Oh, pantes. Kalau ndak ngapa-ngapain, kecuali membuat posting, ya jangan berharap blog sampean akan didatangi pengunjung.

Begini, Ki Sanak. Kalau saya lihat ya, blog-blog yang cuma menuh-menuhin blogosphere dan seperti lintang kemukus — sekali bersinar terang dan sesudah itu redup — biasanya punya kesamaan. Mereka minimal punya 10 kelemahan. Apa itu?

  1. Maksud dan tujuan blog tak jelas.
  2. Blognya kurang fokus pada pembaca.
  3. Isi blog kurang nyambung dengan tema blog.
  4. Strategi pemasarannya payah.
  5. Salah pilih tema.
  6. Jarang diperbarui.
  7. Kurang komitmen.
  8. Tak bereaksi terhadap apa pun.
  9. Memakai strategi monetizing yang kurang efektif.
  10. Desain blog yang memusingkan.

Agar sebuah blog sukses, dalam ukuran apa pun, seorang blogger harus menjaga blognya tetap fokus pada kebutuhan pembaca setia.

Kalau biasanya bikin posting tentang resep masakan, ya sebaiknya tetap menulis soal menu santapan. Jangan tiba-tiba berubah haluan dan melulu membuat tulisan tentang mobil.

Para pembaca yang sudah biasa datang untuk mencari resep memasak bisa jadi kapok dan lama-lama ndak mau datang lagi. Padahal tanpa pembaca setia, blog itu tiada artinya.

Membuat dan merawat blog sekehendak hati kita memang mudah, tapi pendapat dan harapan pembaca juga penting demi kelangsungan sebuah blog. Traffic jelas ibarat darah segar, terutama bagi para blogger profesional yang hendak mendulang rupiah dan dolar lewat blog.

Ceritanya tentu saja lain kalau sampean cuma hendak iseng-iseng dengan blog. Dan blog bukan sarana mencari uang, melainkan menyalurkan kebutuhan pribadi: buang uneg-uneg, menyalurkan hasrat menulis, mencari teman, dan sebagainya. Buat kalangan yang seperti ini sih, kiatnya lain lagi.