Mengapa blog saya seperti kuburan?

blog

Saya sudah ngeblog selama empat bulan, tapi kenapa blog saya masih sepi, seperti kuburan? Mengapa pengunjung tak segera datang berbondong-bondong? Saya sudah tak sabar, Mas. Apakah lebih baik saya berhenti ngeblog saja?

Begitulah pertanyaan yang sering saya terima dari para blogger pemula. Wajah mereka menunjukkan keputusasaan. Frustrasi.

Tentu saja mereka tak sendirian. Saya dulu juga pernah mengalaminya. Tapi, apakah saya menyerah?

Tidak. Ngeblog itu ibarat sebuah lari marathon. Kita tak perlu segera mencapai finis dalam sekejap. Ngeblog itu sebuah perjalanan yang panjang, dan hasilnya tak selalu segera terlihat. Dibutuhkan konsistensi dan kesabaran.

Saya maklum tak semua orang memiliki energi dan kesabaran yang segudang, seperti saya. Sampean mungkin juga sering merasakannya. Sudah berbulan-bulan ngeblog, tapi tak ada satu pun pengunjung yang datang berkunjung. Sudah beraksi sedemikian rupa, mengakali mesin pencari, tapi duit tak kunjung menggelontor. Sampean jadi merasa seperti anak tiri yang kurang perhatian.

Haruskah berhenti ngeblog sekarang? Jujur saja, menurut saya, berhenti ngeblog setelah beberapa bulan memulainya adalah sebuah kesalahan. Mengapa?

Hanya ada dua alasan bagus untuk menutup sebuah blog. Pertama, bila sampean secara sadar memutuskan hendak membuat blog baru dengan fokus berbeda. Ini karena sampean merasa blog yang lama kurang fokus sehingga kurang menarik minat orang.

Membuat blog dengan tema yang lain merupakan keputusan yang baik dan benar. Blog dengan tema khusus sering kali memang lebih berpotensi dicari orang. Misalnya blog tentang handphone. Blog semacam ini kemungkinan besar akan dicari orang seiring makin popularnya penggunaan telepon selular.

Alasan kedua adalah jika blog sampean memang sudah menemui jalan buntu. Seandainya setelah beberapa bulan ngeblog, sampean masih tetap sulit meraih perhatian pembaca, kini saatnya sampean mengevaluasi blog itu. Sudahkan sampean membuat blog yang unik? Apakah posting sampean cukup kreatif? Apakah sampean sudah mempromosikan blog itu secara ekspansif?

Bila belum, cobalah sekali lagi. Mungkin sampean perlu membuat blog dengan tema yang khas, yang belum dibuat orang. Barangkali sampean perlu membuat posting-posting yag lebih menarik, dengan foto-foto yang lucu misalnya. Mungkin juga sampean harus lebih rajin bertandang ke blog orang lain dan memperkenalkan blog sampean. Kuncinya, promosi, promosi, dan promosi.

Jadi, daripada menutup dan tak ngeblog lagi, lebih baik sampean bersabar. Berusahalah lebih keras dan lebih kreatif. Setelah itu, tunggu barang sebulan dua bulan.

Jangan khawatir blog sampean masih sedikit pengunjungnya, walaupun sampean sudah mengubahnya. Yang penting, lihat apakah ada kecenderungan traffic-nya naik setelah sampean mengubah blog.

Masa tiga hingga enam bulan pertama memang masa-masa paling sulit. Saya juga pernah mengalaminya. Bedanya, dulu saya pantang menyerah. Saya segera mengubah strategi ngeblog. Saya ubah corak dan gaya setiap posting.

Sesudah itu, ternyata saya mendapatkan kejutan yang tak pernah terduga. Perlahan tapi pasti, pengunjung mulai berdatangan. Mereka kian banyak bertandang setelah saya juga rajin berkenalan langsung dengan mereka: kopdar.

Sampean juga bisa mencobanya. Yang penting, bersabarlah. Jangan buru-buru berhenti ngeblog. Teguhkan niat dan hati. Selanjutnya, biarkanlah pengunjung yang menentukan.