Hemat Energi dengan Fokus
blogSeorang teman yang kian hari semakin tampak tua dan lelah, tiba-tiba mendekati meja saya. Sejenak kemudian, ia bertanya, dengan wajah yang agak murung.
“Kenapa saya lama-lama merasa lelah menyusuri belantara Internet ya, Mas? Saya jadi bosen nge-blog nih …”
Saya kaget ditanya begitu. Karena penasaran, saya pun balik bertanya. “Lah, memangnya sampai ngapain aja di Internet? Berapa lama sih, biasanya sampean berkelana?”
“Wah … nggak pernah ngitung. Bisa hampir seharian, Mas,” ia menjawab.
“Hampir seharian? Ngapain aja?”
“Saya sih, biasanya baca email sekalian membalasnya, lihat-lihat dan nulis di beberapa blog, baca berita-berita, main Facebook, Digg, Friendster, macem-macemlah, Mas … ”
“Ya wajarlah kalau begitu. Kalau tiap hari, tiap saat, sampean berkelana begitu lama dengan aneka kegiatan seperti itu, ya membalas email, mengomentari posting blog, main social networkung, dan sebagainya, tentu saja energi sampean terkuras habis. Lama-lama sampean bakal lemas, terus bosan. Itu namanya sampean ndak fokus.
Sampean memang boleh berinteraksi dengan dunia maya (bukan maia lo!). Silakan juga merespons komentar orang di blog sebagai tanda terima kasih dan ikatan tali silaturahmi.
Tapi, ya jangan membalas semua komentar. Sampean ndak bakal sempat, cuma buang energi dan waktu. Gunakan waktu dan kesempatan secara bijaksana. Kalau ada komentar yang tak perlu dibalas komentar juga, ya ngapain repot-repot dijawab?
Jaringan sosial seperti yang ditawarkan oleh Friendster dan Facebook memang penting, tapi pikirkan waktu sampean yang terbuang untuk aktif di layanan seperti itu. Apakah waktu dan energi yang sampean gunakan sebanding dengan manfaatnya?
Hal-hal yang bersifat “sementara” itu pasti bakal segera berlalu dan digantikan yang baru. Lihatlah kenyataan. Dua tahun yang lalu, misalnya, Technorati mencapai puncak kejayaannya dengan tag-tag itu. Lalu muncul Digg. Kemudian, datang Facebook dan Twitter. Satu, dua atau tiga tahun ke depan, pasti akan lahir yang baru lagi.
Semua layanan itu memang bagus untuk bersosialisasi, membangun jaringan, tapi sampean mesti pinter-pinter memilih layanan mana yang, baik dari sisi waktu maupun energi, selaras dengan aktivitas blogging sampean. Apapun pilihannya, sebaiknya membuat blog sampean makin berkembang, dan bukan sebaliknya, menguras energi sampean.
Begitu juga dengan fokus blog sampean. Jika topiknya ndak keruan, sampean membuat posting macam-macam tanpa arah dan alasan kuat — dari soal sepatu hingga tusuk gigi, dari cerita pendek hingga cerita bersambung — pengunjung sampean pasti juga berserakan. Mereka kebanyakan bukan pembaca loyal.
The more diverse your blog content, the more scattered your energies — entah kata siapa …
Bila energi sampean mengucur ke mana-mana, yang jadi korban ya blog sampean. Isi blog pun kena imbas. Sampean bakal kehilangan waktu yang sebetulnya bisa dimanfaatkan untuk meriset demi tulisan yang bernas dan cergas.
Cobalah menghemat energi dan waktu. Berkelanalah dengan pintar, hanya mencari apa yang sampean butuhkan. Ikuti layanan jaringan sosial itu hanya untuk pengetahuan belaka, dan ndak perlu menggelutinya sampai tuntas, tas!
Blog sampean itu seperti cahaya spotlight di angkasa. Semakin lebar bias sinarnya, semakin sulit orang menemukan asalnya. Sebaliknya, semakin fokus cahayanya, semakin gampang pula orang menemukan jejak ke sumbernya: blog sampean.”
“Oh, begitu. Baiklah, Mas. Saya akan mencoba lebih fokus. Matur nuwun yo, Mas.”
“Sama-sama.”
maturnuwun ndoro !!!
“boleh berinteraksi dengan dunia maya (bukan maia lo!)” nek maia kan ngenteni rondhone sik yo ndoro ??, he he
huhu, iya yah,
ntar dateng lagi yg laen, yg lama jd pudar,
mungkin inilah yg namanya dinamisasi trend hidup
Bolehlah..piwulangnya makin oke..
[...] satu alasannya, menurut Ndoro adalah menghemat energi, ada “pelanggan” dan memiliki kekahasan [...]
wah nasehat buat saya jg tuh..
Betul Ndoro..
Tapi kadang ikutan social network itu seperti nyandu…
Kalo gak login.. badan sakit semua
wah.. untung saya orangnya sombong…
jadi sombong berdampak hemat energi….
untuk buka fs, ngeblog, bagi saya itu tidak membuang waktu dan juga uang, karena kenapa???
Karena saya ngakses internetnya Gratiiisss di tempat kerja :p
lho kt paman kan ngeblog itu butuh energi apalagi mbacanya
matur nuwun atas namsehatnya ndoro
nasehat yang jadi batu dan kena di kepala saya… hahahaha :). Terjadi karena saya pernah baca di file http://www.formulabisnis.com/wawancara.pdf
bukan promosi, intinya Focus dengan apa yang dicari di internet.
Satu lagi, Internet di kantor Lelet e Polllllll! ahhahahah maksudnya biar pekerja tidak terlena dengan jagad internet yang sering membuat kita kesasar!
hahahah … lagi-lagi saya curhat! ahhaha.. maaf ndoro
[...] tentang hemat BBM untuk belajar di Internet, sebenarnya saya merasa tersentil untuk lebih memanfaatkan akses internet secara baik. Ingatan saya langsung teringat dengan postingan tentang memanfaatkan backlink di [...]
jadi harus fokus yah ndoro ?
saya malah bingung tema blog sayah apa ?
wah mesti fokus nih…
fokus..fokus..fokus..kus..! tp terkadang kalo fokus terus bikin pusing juga, jd ada selingannya lah, biar gak boring juga!
Di tanah air, contoh blog fokus yang konsisten dan bagus antara lain adalah :
1. CoSa Aranda
2. Virtual/Blog
3. Media Ide
4. Business and Beyond - Roni Yuzirman
5. BudiPutra - GadgetNet
6. AyoNgeblog
7. Strategi + Manajemen (ini pasti…:):))