Mau posting, mata harus jelalatan
“Oke Mas, saya mulai paham soal blog. Saya juga sudah tahu mau mbikin blog dengan tema apa. Tapi, enaknya blog saya itu diisi apa saja ya, Mas? Posting itu mesti tulisan atau boleh gambar sih?”
“Setelah sampean menentukan tema blog, langkah selanjutnya adalah memikirkan bentuk posting. Sampean boleh saja menampilkan teks, foto, komik, atau kombinasi dari semuanya.
Sampean juga boleh memilih jenis posting yang sangat spesifik sebagai content, misalnya foto sarapan pagi sampean setiap hari, lukisan bak truk, dan sebagainya.Saran saya: Pilih yang paling cocok untuk sampean. Kalau sampean ndak bisa bikin komik, ya tak usah memaksakan diri.”
“Masalahnya Mas, dari mana saya bisa dapat bahan-bahan untuk mengisi blog?”
“Wah, gampang itu … Bahan membuat posting bertebaran di mana-mana. Sampean bisa mendapatkannya di Internet, media massa (radio, TV, majalah, koran), buku, film, DVD, CD, dan sebagainya. Kalau sampean mau membuat current issue blog, media seperti ini cocok sebagai sumber gagasan.
Media-media advertensi, leaflet, spanduk, baliho, billboard, dan media luar ruang lainnya juga lahan yang bagus untuk mendapatkan inspirasi, terutama kalau sampean mau membuat blog tentang advertensi. Kalau sampean mau membuat blog lucu-lucuan, media periklanan juga sumber ide yang tak pernah kering ditimba.
Di jalanan, di kantor, di rumah, di kampus, di sekolah, juga lingkungan terdekat di sekitar kita merupakan sumur ide yang tak kerin ditimba.
Di jalanan, misalnya, sampean bisa bertemu angkot, truk, bus, yang kelakuannya ngeselin. Nah, sampean kan bisa bercerita tentang kelakuan mereka yang bikin sampean misuh-misuh itu, misalnya. Sampean bahkan juga bisa memotret grafiti bak belakang truk yang unik dan lucu sebagai bahan posting.”
“Bagaimana dengan restoran, bioskop, warung, museum, sekolah, Mas?”
“Nah, tempat-tempat ini boleh dibilang surga untuk para blogger. Para pecinta makanan bisa berwisata kuliner dari satu warung ke restoran dan membuat posting. Para penikmat sejarah bisa kelayapan dari satu museum ke museum dan mendapatkan ide menulis.
Kuncinya: rajin-rajinlah membaca, menonton, dan mendengarkan. Buka mata dan telinga lebar-lebar. Ide ada di mana-mana. Yang penting sampean harus jeli. Buka mata lebar-lebar. Jelalatan!”
“Jelalatan? Koyok copet dong, Mas? Hahaha … “
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.



jelalatan koyok copet? nek ngerampok ilmunye sampean piye,Ndoro?