Posting saya kok nggak dikomentari?

Bayangkan begini, Ki Sanak. Sampean sudah capek-capek menulis sesuatu, lalu menayangkannya di blog. Kemudian seseorang mengirimkan tautan posting itu ke situs pertukaran tautan seperti Digg, StumbleUpon, dan FriendFeed.

Tanpa dinyana, arak-arakan pengunjung berdatangan dan mengomentari posting itu, bukan di blog sampean, melainkan yang ditaruh di Digg, Mixx, atau FriendFeed itu. Sedangkan di blog sampean sendiri, posting itu tak ada yang mengomentari barang satu patah kata pun.

Bagaimana rasanya? Sakit hati? Cuek? Bagaimana pula rasanya jika sampean menjadi pembaca yang melihat kejadian seperti itu?
Read the rest of this entry »

Mengapa blog saya seperti kuburan?

Saya sudah ngeblog selama empat bulan, tapi kenapa blog saya masih sepi, seperti kuburan? Mengapa pengunjung tak segera datang berbondong-bondong? Saya sudah tak sabar, Mas. Apakah lebih baik saya berhenti ngeblog saja?

Begitulah pertanyaan yang sering saya terima dari para blogger pemula. Wajah mereka menunjukkan keputusasaan. Frustrasi.

Tentu saja mereka tak sendirian. Saya dulu juga pernah mengalaminya. Tapi, apakah saya menyerah?
Read the rest of this entry »

Tips menulis posting cepat

Kenapa saya membutuhkan waktu yang lama hanya untuk membuat sebuah posting? Bagaimana sebetulnya menulis dengan efektif, tak buang waktu?

Begitulah pertanyaan yang sering diajukan beberapa blogger yang belum terbiasa menulis, membuat posting. Ini memang pertanyaan yang umum. Bahkan seorang penulis kawakan pun sering kali membutuhkan waktu panjang untuk menulis.

Meski begitu, bukan berarti tiada jalan menyiasatinya. Berikut ini ada 5 tips menulis cepat:
Read the rest of this entry »

Hemat Energi dengan Fokus

Seorang teman yang kian hari semakin tampak tua dan lelah, tiba-tiba mendekati meja saya. Sejenak kemudian, ia bertanya, dengan wajah yang agak murung.

“Kenapa saya lama-lama merasa lelah menyusuri belantara Internet ya, Mas? Saya jadi bosen nge-blog nih …”

Saya kaget ditanya begitu. Karena penasaran, saya pun balik bertanya. “Lah, memangnya sampai ngapain aja di Internet? Berapa lama sih, biasanya sampean berkelana?”

“Wah … nggak pernah ngitung. Bisa hampir seharian, Mas,” ia menjawab.
Read the rest of this entry »

Yang penting isi, bukan akal-akalan

Sebagai blogger kelas kambing, sudah berkali-kali saya diminta memanfaatkan Google, pertukaran tautan, blogroll, dan aneka macam situs jaringan sosial agar blog saya semakin moncer — sukses.

Berkali-kali pula saya tak mempedulikan permintaan itu. Sampai yang menyuruh bosan. Dan agak ngambek. Malah ada yang bilang saya ini jual mahal. Padahal kapan saya jualan?

Saya bukan tak paham soal Google dan penyiasatan mesin pencari. Tapi, buat saya, keberhasilan kunci sukses sebuah blog bukan tergantung oleh Google dan trik-trik pemasaran itu belaka. Bagi saya, sebuah blog bisa hidup, tumbuh, berkembang, dan besar semata-mata karena isinya.

Ya, ini soal content. Sekali lagi: content.
Read the rest of this entry »